WAY

Yang selalu menrima apa adanya, gak pernah minta aneh aneh atau menuntut, kalopun meminta pengen sesuatu dan gak keturutan juga gak marah atau kesal tapi bisa paham dan ngerti situasi. Mandiri gak pernah selalu minta untuk pergi atau ditemani makan tiap saat, malah sering sendiri dan aku sibuk sendiri tanpa ada waktu tapi itu tidak mengurangi rasa cinta rasa sayangnya bahkan sedikit marah pun tidak tetap biasa aja seperti biasanya. Yang seharusnya pergi liburan senang senang ajak pacar tapi aku justru sama temen gak ngajak dia dan aku pun pasti didiamkan berhari hari wkwk dan aku baru merasakan bahwa aku yang jahat segitunya mau seneng seneng sendiri sama orang lain ninggalin dia. Malming yang kebanyakan pasangan wajib hukumnya untuk berduaan senang senang bermesraan, tapi ini tidak. Betapa jahatnya, malming hanya pergi makan sebentar terus udah kutinggal pergi main dota semalaman hingga pagi, tapi itu juga tidak papa tidak merubah segala sesuatu dan tetap bisa ngerti dan mahamin aku. Betapa dalam cinta kasih sayangnya dan baru sekarang merasa “kok aku dulu seenaknya ya, dan dia tetep aja selalu menyayangiku”. Betapa mandirinya, dipulangin kapan aja mau tanpa marah atau menggerutu. Dikos kosong sendirian sepi pun juga gak mengeluh padahal aku harusnya bisa menemani tapi gak pernah minta untuk ditemani, pasti dikos nyetel tipi dihidupkan entah ditonton atau gak yang penting ada suara wkwk aku masih ingat. Atau malah main game kesukaannya hayday lah kardashian lah atau youtubean wkwk. Tapi kalo pas lagi ada tugas atau yang penting untuk perkuliahan pasti dia selalu mengerjakannya langsung kalo selo gitu tanpa aku, dan bahkan seringkali tugasku pun diselesaikannya wkwk gatau diri emang akunya hiks. Dengan segala kelemahan kekurangan bahkan kekurangajaranku dia masih mau menerimaku apa adanya tanpa mengeluh dan melengkapiku seutuhnya dengan senang hati. Sedih rasanya karena ini adalah sangat langka dan sulit untuk menemukan seperti ini atau memang hanya dia satu satunya didunia ini yang seperti itu. Dan lebih sedihnya lagi karena memang penyesalan selalu di akhir, baru terasa dengan sangat betapa enaknya aku dulu dan aku meninggalkan menyia nyiakan tak bersyukur malah meminta lebih, betapa bodohnya betapa hinanya. Dan semua itu telah berlalu dan telah sirna, mau tidak mau jalan harus terus berjalan. Apakah bisa kembali ada jalan seperti yang lalu? Sepertinya tidak, orang sepertiku tidak pantas mendapatkannya malah aku menyakitinya, aku tak layak. Tapi dengan kesalahan ini aku tersadar dan jika ada Tuhan memberi kesempatan lagi aku tidak akan tak akan mengulanginya lagi aku sudah belajar dari kesalahan ini dan tidak akan seperti ini lagi. Ya this is my way, but if this is not may way, I want back to you. In my deepest heart I want your ways. Just one of you in the earth.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s